Peringati Hari Hipertensi Sedunia 2026, RSUD Tigaraksa Gelar Penyuluhan dan Ajak Masyarakat Cegah “Silent Killer”

  • Bagikan

TANGERANG, HARAPAN RAKYAT –

Dalam rangka memperingati Hari Hipertensi Sedunia 2026, RSUD Tigaraksa menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan bertema hipertensi pada Senin, 19 Mei 2026, pukul 09.00 WIB di ruang tunggu pendaftaran RSUD Tigaraksa.

Kegiatan ini menghadirkan dr. Rora Asyulia, M.K.M. sebagai narasumber dan diikuti oleh pasien serta pengunjung rumah sakit. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya hipertensi, pentingnya deteksi dini, serta upaya pencegahan dan pengendalian tekanan darah melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin.

Dalam pemaparannya, dr. Rora Asyulia menyampaikan bahwa hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas mencapai 34,11 persen. Angka ini berarti sekitar satu dari tiga orang dewasa di Indonesia menderita hipertensi.

“Sebagian besar kasus hipertensi belum terdiagnosis karena penderitanya sering tidak menyadari kondisi tersebut. Hipertensi dikenal sebagai _silent killer_ karena kerap tidak menimbulkan gejala, namun dapat memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal,” ujar dr. Rora.

Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi ketika tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg dalam jangka waktu lama. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi pusing di pagi hari, penglihatan kabur, detak jantung cepat, mudah lelah, mimisan mendadak, dan telinga berdenging.

Faktor risiko hipertensi dibagi menjadi dua. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi meliputi usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga. Sementara faktor yang dapat dimodifikasi meliputi obesitas, kurang aktivitas fisik, merokok, konsumsi garam berlebih, pola makan tinggi lemak, konsumsi alkohol, dan stres.

Sebagai langkah pengendalian, RSUD Tigaraksa mengajak masyarakat menerapkan gerakan PATUH, yaitu:
1. Periksa kesehatan secara rutin
2. Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat
3. Tetap diet dengan gizi seimbang
4. Upayakan aktivitas fisik dengan aman
5. Hindari asap rokok dan alkohol

Masyarakat juga diedukasi mengenai perilaku CERDIK sebagai langkah pencegahan hipertensi melalui:
Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga tekanan darah tetap normal melalui pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan kepatuhan terhadap pengobatan sehingga risiko komplikasi akibat hipertensi dapat dicegah sejak dini. RSUD Tigaraksa terus berkomitmen menghadirkan edukasi kesehatan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tutup dr. Rora.

RSUD Tigaraksa akan terus menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan secara berkala sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang.

Tentang RSUD Tigaraksa
RSUD Tigaraksa merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tangerang yang memberikan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi masyarakat.

*Linda*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *