JANJI POLITIK YANG TERJAWAB, KUOTA BEASISWA TANGERANG MELEDAK 3X LIPAT!

  • Bagikan

TANGERANG, HARAPAN RAKYAT –

Kabar gembira dan bukti nyata janji politik yang ditepati hadir bagi generasi muda Kabupaten Tangerang. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi mengumumkan lonjakan kuota beasiswa kuliah gratis tahun 2026 yang melonjak tajam hingga 3 kali lipat, menjadi 650 orang, dari kuota sebelumnya yang hanya 235 orang pada tahun 2025.

“Tahun 2025 kita memberangkatkan 235 orang. Tahun 2026 ini naik menjadi sekitar 650 orang, atau meningkat tiga kali lipat. Ini adalah modal dasar bagi anak-anak kita agar bisa kuliah secara gratis sampai wisuda. Lonjakan kuota tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan,” ujar Bupati Maesyal saat meninjau langsung proses seleksi di lokasi, Senin 11 Mei 2026.

KOMITMEN TEGAS: KULIAH GRATIS SAMPAI WISUDA, TANPA TITIPAN

Bupati Maesyal menegaskan, program beasiswa ini bukan sekadar program sesaat, melainkan komitmen berkelanjutan pemerintah daerah untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang nantinya akan menjadi tulang punggung kemajuan Kabupaten Tangerang.

“Melalui beasiswa ini, Pemkab Tangerang berupaya membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi putra-putri daerah agar mampu bersaing dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” tegasnya.

Poin paling penting dan menjadi sorotan masyarakat adalah jaminan transparansi. Bupati Maesyal menjamin seluruh proses seleksi berjalan bersih, objektif, dan tanpa adanya intervensi atau ‘titipan’ dari pihak mana pun.

“Hal ini penting untuk menjaga integritas program sekaligus memastikan bahwa penerima beasiswa benar-benar mereka yang berhak, berpotensi, dan berasal dari kalangan yang kurang mampu, bukan karena koneksi semata,” tambahnya

FAKTA DI LAPANGAN: 1.570 PENDAFTAR BERSAING, SELEKSI BERJALAN KETAT

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Tangerang, Chaidir, merinci tahapan seleksi yang berlangsung cukup panjang dan mendetail. Dari pendaftaran secara daring, tercatat antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan menjaring 1.570 pendaftar.

Proses seleksi berlangsung selama 2 minggu untuk tahap pemberkasan, dilanjutkan tahap wawancara selama 2 hari di dua lokasi berbeda:

  • Hari Pertama di GSG: Khusus calon mahasiswa baru.
  • Hari Kedua di Al-Amjad: Khusus mahasiswa aktif hingga mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi.

“Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini cakupan program diperluas. Tidak hanya mahasiswa baru, tapi juga mereka yang sedang berjuang menyelesaikan studi agar bisa lulus tepat waktu,” jelas Chaidir.

SYARAT TEGAS: MISKIN TERBUKTI, BUKAN MISKIN NGAKU-NGAKU

Pemerintah Kabupaten Tangerang menerapkan standar verifikasi yang sangat ketat agar bantuan ini tepat sasaran 100%. Sasaran utama adalah warga yang masuk dalam kategori Desil 1, 2, 3, dan 4 atau masyarakat dengan keterbatasan ekonomi riil.

Beberapa indikator penilaian yang menjadi patokan mutlak:
✅ Bukti fisik kondisi rumah: Wajib melampirkan foto tampak depan, samping, dan belakang rumah tinggal.
✅ Daya listrik maksimal 900 Watt: Pelapor dengan daya di atas ketentuan otomatis gugur.
✅ Verifikasi faktual: Tim turun langsung memeriksa kebenaran data ekonomi calon penerima.

“Kami pastikan ini bantuan untuk mereka yang benar-benar butuh, miskin secara nyata, bukan hanya miskin di atas kertas atau sekadar ngaku-ngaku,” tegas Chaidir.

Hingga saat ini, Pemkab Tangerang telah menjalin kerja sama dengan 33 perguruan tinggi negeri dan swasta terakreditasi. Kabar terbaru, pemerintah tengah merancang kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) agar pilihan jenjang pendidikan anak daerah semakin luas dan berkualitas.

Salah satu pendaftar yang mengaku sangat terbantu adalah Daudi Alanury, lulusan SMK Islam Insan Mulia asal Kecamatan Pagedangan. Sebagai anak yatim yang tinggal bersama ibunya yang hanya berstatus ibu rumah tangga, Daudi mengaku harapannya kini bertumpu sepenuhnya pada program ini.

“Keluarga saya tidak mampu membiayai kuliah. Adanya program ini adalah kesempatan emas bagi saya untuk mengubah nasib. Saya berjuang menjadi satu dari 650 kursi yang disediakan,” ujar Daudi penuh harap.

PERBEDAAN JELAS DENGAN TAHUN SEBELUMNYA

Peningkatan kuota ini menandai perubahan besar skala program beasiswa Pemkab Tangerang:

Tahun Kuota Penerima Keterangan
2025 235 Orang Fokus utama mahasiswa baru
2026 650 Orang Naik 3x lipat. Mencakup mahasiswa baru, mahasiswa aktif, hingga tingkat akhir

Artinya, peluang lolos memang jauh lebih besar dibanding tahun lalu. Namun, persaingan tetap ketat karena jumlah peminat yang juga meningkat drastis seiring makin terkenalnya program ini di masyarakat.

INVESTASI MASA DEPAN, BUKAN SEKADAR BANSOS

Program beasiswa ini bukan sekadar bantuan sosial biasa. Pemerintah Kabupaten Tangerang menanggung penuh biaya UKT hingga biaya hidup setiap mahasiswa sampai wisuda.

Secara hitungan kasar, biaya pendidikan satu orang mahasiswa bisa mencapai Rp25 juta per tahun dikali 4 tahun, atau sekitar Rp100 juta per anak. Dengan 650 penerima, total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp65 Miliar.

Angka yang fantastis, namun bagi Bupati Maesyal dan Pemkab Tangerang, ini adalah bentuk investasi terbaik: “memanusiakan rakyat” dan membangun masa depan daerah dari sektor pendidikan.

(Linda)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *