PARADE BUSANA ADAT MERIAHKAN HUT KABUPATEN TANGERANG KE 394TH.BKPSDM JUARA 1

  • Bagikan

TANGERANG— HARAPANRAKYAT.CO.ID,=

Ragam busana adat Nusantara menghadirkan suasana meriah dan penuh warna dalam apel peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangeraxng di Lapangan Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Selasa (13/10). Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Gubernur Banten Andra Soni, hingga jajaran aparatur pemerintah tampil mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah sebagai simbol kekayaan budaya dan semangat persatuan Indonesia.

Bupati Maesyal Rasyid tampil mengenakan pakaian adat Nusa Tenggara Timur (NTT), lengkap dengan penutup kepala khas yang terinspirasi dari busana tradisional Rote. Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengenakan busana bernuansa adat Jepara, Jawa Tengah, dengan beskap berkerah tegak berbahan kain tenun Troso, dipadukan peci hitam, sarung tenun ikat, dan penutup kepala bermotif senada.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja turut menarik perhatian dengan balutan busana adat bernuansa Minangkabau, Sumatera Barat. Pakaian berbahan beludru merah tua dengan sulaman emas memberikan kesan megah sekaligus memperkaya keberagaman penampilan dalam perayaan tersebut.

Kemegahan parade semakin terasa ketika para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang tampil mengenakan busana khas berbagai daerah, mulai dari Bali, Sunda, Madura, hingga Papua. Sejumlah peserta juga menghadirkan kostum yang terinspirasi dari tokoh pewayangan, menambah daya tarik perayaan hari jadi daerah tersebut.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, peringatan hari jadi ke-394 menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah, menghargai perjuangan para pendahulu, serta memperkuat semangat pengabdian dalam membangun Kabupaten Tangerang.

“Usia yang panjang bukan sekadar angka, tetapi merupakan rangkaian sejarah, perjuangan, pengabdian, dan kerja bersama yang telah membawa Kabupaten Tangerang sampai pada titik ini,” ujar Maesyal.

Ia menegaskan, semangat kebersamaan harus terus menjadi landasan dalam menjalankan pembangunan daerah. Berbagai program dan kebijakan diharapkan mampu menghadirkan perubahan positif serta memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Tema tahun ini bukan sekadar slogan. Ini adalah semangat dan komitmen kita bersama untuk memastikan setiap kebijakan, setiap program, dan setiap rupiah yang kita kelola benar-benar memberikan perubahan bagi kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Parade Budaya Jadi Ajang Kreativitas Perangkat Daerah

Selain memeriahkan apel peringatan hari jadi, parade busana adat juga menjadi ajang bagi perangkat daerah untuk menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara.

Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Rismawati Maesyal Rasyid mengatakan, kompetisi tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap antusiasme dan dedikasi para pegawai dalam menampilkan keberagaman budaya Indonesia.

Menurutnya, penilaian tidak hanya didasarkan pada keindahan kostum, tetapi juga kekompakan tim dan cara peserta mempresentasikan budaya yang diusung.

“Penilaian tidak hanya pada keindahan kostum semata, melainkan juga pada kekompakan dan cara mempresentasikan kekayaan budaya Nusantara. Semangat persatuan dalam keberagaman hari ini adalah cerminan kekuatan kita bersama,” katanya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), sedangkan juara ketiga diraih Sekretariat Daerah (Setda).

Perwakilan BKPSDM Kabupaten Tangerang, Fuji, mengaku bangga atas keberhasilan timnya meraih posisi tertinggi dalam parade tersebut. Ia menyebut penghargaan itu merupakan hasil kerja sama dan persiapan yang dilakukan bersama.

IMG src="http://harapanrakyat.co.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260811-WA0068.jpg">
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *